KEBERADAAN BISNIS KECIL DAN MENENGAH DENGAN ADANYA MEGA MALL DIKOTA MATARAM: KAJIAN EMPIRIS

  • Nasruddin Nasruddin

Abstract

Sistem ekonomi Indonesia kehilangan arah. Indikator yang digunakan selalu berorientasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga dapat dilihat dari tidak adanya peran regulasi, karena dalam bisnis secara empiris terdapat invasi pengusaha skala besar terhadap bisnis lokal skala nasional. Terutama dari bisnis ritel. Tren tersebut belum banyak dicermati. Karena fakta fisik sangat terlihat, termasuk di Mataram. Fakta-fakta yang ditemukan, yang berupa pengurangan omset bisnis ritel lokal, konsumen beralih pada pemenuhan keinginan dan citra diri dan CDB di Mataram kehilangan perannya. Mataram secara regional diinvasi oleh mega mall, sebagai cara berbeda dalam pemasaran. Pengusaha skala nasional dibandingkan dengan skala regional jelas tidak seimbang, sedangkan tujuan otonomi daerah adalah meningkatkan peran bangunan pribadi. Satu hal yang menarik, meskipun jumlahnya sedikit. Beberapa konsumen menggunakan kondisi ini untuk memburu item promo mega mall untuk dijual kembali. Pemerintah Kota Mataram harus fokus pada investasi yang memungkinkan pembentukan zona untuk produk ekspor.

Published
2017-09-30
How to Cite
Nasruddin, N. (2017). KEBERADAAN BISNIS KECIL DAN MENENGAH DENGAN ADANYA MEGA MALL DIKOTA MATARAM: KAJIAN EMPIRIS. Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram, 3(2), 10-17. https://doi.org/https://doi.org/10.32666/tatasejuta.v3i2.68